Riset: Belum Berpasangan Dapat Meningkatkan Risiko Penyakit Jantung

Posted on

Ilustrasi penyakit jantung

Ilustrasi penyakit jantung. (Foto: Thinkstock)

Sebuah riset terbaru menyebutkan bahwa penderita penyakit jantung yang sudah menikah, memiliki kesempatan hidup yang lebih baik, dibandingkan mereka yang belum berpasangan.

Dalam riset yang dilakukan oleh Universitas Kesehatan Emory di Atlanta, Amerika Serikat, peneliti menemukan hubungan antara status pernikahan seseorang dengan kematian yang disebabkan oleh penyakit jantung.

"Kami mengukur kolesterol, tekanan darah, dan diabetes. Memang benar, pasien yang belum menikah lebih berisiko. Namun status menikah menjadi faktor independen," jelas Dr. Arshed Quyyumi, dilansir Reuters, Minggu (14/1).

Dari 6.051 laki-laki dan perempuan yang mengalami penyumbatan arteri selama 2003 hingga 2015, peneliti menemukan bahwa kemungkinan terkena serangan jantung bagi pasien yang belum menikah mencapai 40%. Sedangkan kemungkinan bagi duda atau janda mencapai 71%.

Menurut Quyyumi, orang yang sudah menikah cenderung memiliki tujuan hidup yang lebih besar sehingga lebih bertanggung jawab terhadap kesehatannya. Mulai dari kepatuhan diet, olahraga, hingga pengobatan. Namun bila hidup sendiri, orang cenderung menjadi kurang disiplin.

"Manfaat pernikahan yakni adanya dorongan untuk menjaga satu sama lain. Ada kemungkinan untuk mendapatkan perawatan saat terserang diabetes dan hipertensi. Menjaga diri dari merokok karena diomeli pasangan juga termasuk," imbuh Quyyumi.

Namun, ia menegaskan bahwa menikah bukan solusi utama yang dapat ditawarkan.

"Kami menekankan hubungan pertemanan dan peran sahabat dalam mengatasi penyakit jantung. Cobalah untuk menemukan kembali tujuan hidup. Apakah itu menemukan pasangan lain, menjadi lebih terlibat dalam keluarga, atau menemukan kelompok pertemanan. Semua hal ini dapat membantu pasien menyelamatkan nyawa mereka sendiri," tutupnya.

Sumber: Kumparan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *