Pulau Tabuhan, Meninggalkan Hati yang Berlabuh

Posted on

Suasana road trip kumparan di Pulau Tabuhan

Suasana road trip kumparan di Pulau Tabuhan (Foto: Aditia Noviansyah/kumparan)

Banyuwangi bukan hanya tentang Kawah Ijen dan Taman Nasional Banyuwangi. Di sudut kota, ada surga tersembunyi yang kini mulai semakin ramai untuk dikunjungi.

Bagi pencinta laut, kamu wajib mengunjungi Pulau Tabuhan dan Bangsring Underwater. Pasir pantai yang halus, riak ombak kecil yang menyentuh jemari kaki, dan kristal cahaya air laut yang dipantulkan sinar matahari dengan mudahnya membius semua yang memandanginya.

Untuk menuju pulau Tabuhan, kita perlu menyebrang menggunakan kapal kecil selama 20 menit. Sepanjang perjalanan, kapal-kapal di atas birunya laut dan gunung yang berdiri kokoh bersatu harmonis memanjakan mata.



Foto: Penulis

Sesampainya di sana, berbagai aktivitas seru siap menyambut untuk dijelajahi. Sambil bermain ayunan dan menikmati kelapa muda, samar-samar akan tercium bau asin laut dan embusan angin yang terasa sedikit lengket memainkan rambutmu.

Enggak kalah dengan daratan, keindahan bawah laut pun sama cantiknya untuk dinikmati. Rumput laut yang bergoyang, bintang laut di dasar laut dan ikan yang menari-nari dengan sekejap melupakan penatnya kehidupan. Namun hati-hati, masih banyak bulu babi yang bisa membuat kulit terasa gatal dan panas. Puas snorkeling, kamu juga bisa bermain kano sambil mengistirahatkan badan.

Foto: Lambok Sinaga

Bergeser sedikit dari Pulau Tabuhan, kamu bisa menyelam bersama hiu kecil di pantai Bangsring Underwater. Meski terdengar menyeramkan, nyatanya pacuan adrenalin yang seru justru menjadi sebuah ketagihan untuk melakukannya kembali. Selain itu, kamu juga bisa memberi makan ikan dan menikmati warna-warni cantik keindahan bawah laut di sini. Siapa yang nggak jatuh cinta dengan pemandangannya?


Foto: Aditia Noviansyah

Sumber: Kumparan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *