Presiden Prancis Ingin Roti Baguette Jadi Warisan Budaya UNESCO

Posted on

Roti baguette

Roti baguette (Foto: Pexels)

Roti baguette tidak dapat dipisahkan dari keseharian masyarakat Prancis. Bahkan, Presiden Prancis Emmanuel Macron meminta UNESCO untuk menjadikan roti panjang itu sebagai warisan budaya.

Komite Pengamanan Warisan Budaya Bukan Benda UNESCO bertemu tiap tahunnya untuk mengevaluasi warisan budaya dan tradisi di seluruh dunia. Setelah tahun lalu pizza dari Naples, Italia berhasil masuk ke dalam daftar, kini pembuat roti di Prancis tak mau kalah agar roti baguette turut dijadikan warisan budaya.

"Roti baguette membuat iri seluruh dunia. Keunggulan dan keahlian harus dilestarikan, karenanya roti baguette harus terdaftar sebagai warisan budaya," ujar Macron saat mendukung asosiasi pembuat roti di Istana Kepresidenan Elysée, Paris, seperti dilansir BBC, Minggu (14/1).

Bagi para pembuat roti di Prancis, roti baguette tidak hanya tentang bentuk dan namanya saja, tetapi resepnya yang juga perlu diabadikan.

Di kesempatan yang sama, para pembuat roti juga menyuarakan keprihatinan mereka terkait roti baguette tiruan yang diproduksi secara massal.

"Ketika saya melihat kualitas roti baguette di supermarket, tidak mungkin bila saya tidak marah. Rotinya beku, beberapa di antaranya berasal dari Rumania atau entah dari mana. Tidak ada yang melakukan sesuai aturan mainnya," keluh Dominique Anract selaku Presiden Konfederasi Pembuat Roti dan Kue Pastri Prancis (CNPBF).

Kriteria roti baguette sendiri yakni hanya boleh dibuat dari empat bahan utama, tepung terigu, air, ragi dan garam. Roti baguette juga tidak boleh dibekukan atau ditambah bahan pengawet.

Roti baguette tradisional sendiri sudah dilindungi oleh pemerintah Prancis di bawah undang-undang 1993.

Sumber: Kumparan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *