Pemalsu Uang Emisi Baru Pemain Lama

Posted on

Brigjen Pol Agung Setya rilis kasus uang palsu

Brigjen Pol Agung Setya rilis kasus uang palsu (Foto: Aria Pradana/kumparan)

Bareskrim Polri menangkap lima orang yang terlibat sindikat pembuat uang palsu rupiah emisi baru. Tiga dari lima pemalsu uang tersebut diketahui merupakan pemain lama.

Ketiga residivis yang dimaksud ialah Asep (50), T (48), dan B (38). Polisi menangkap mereka di Subang dan Bekasi, Jawa Barat.

"Saudara T juga pernah melakukan kejahatan yang serupa, saudara B juga melakukan kejahatan yang serupa. Jadi pasalnya kita harus melakukan proses penegakan hukum kembali kepada saudara T dan B yang sudah pernah melakukan kejahatan yang serupa," kata Dirtipideksus Bareskrim Polri, Brigjen Pol Agung Setya di kantornya, Kompleks Gedung KKP, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (7/12).

"Untuk saudara Asep ini juga pernah melakukan kejahatan yang serupa terkait dengan peredaran uang palsu itu," imbuh Agung.

 Barang bukti penangkapan kasus uang palsu

Barang bukti penangkapan kasus uang palsu (Foto: Mirsan Simamora/kumparan)

Saat penangkapan, ditemukan sejumlah barang bukti dan alat untuk mencetak uang palsu. Antara lain tiga unit mobil, 27 Lak uang palsu pecahan Rp. 100.000, dua dus uang palsu yang belum dipotong, satu karung surat-surat kendaraan diduga palsu yang belum dijilid, Faktur, BPKB, STNK kendaraan diduga palsu, visa diduga palsu, SIM, KTP dan KK yang juga diduga palsu.

Agung mengatakan pihaknya akan melakukan upaya agar para pembuat uang palsu ini tidak mengulangi perbuatannya. "Kita terus berupaya supaya proses persidangannya bisa kita maksimalkan pembuktiannya karena mereka sudah melakukan hal serupa berulangkali, kita harapkan ada pemberatan," kata Agung.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, para pelaku tersebut disangkakan Pasal 36 ayat 2 dan ayat 3 undang-undang nomor 7 tahun 2011 tentang Mata Uang dengan ancaman hukuman paling lama 15 tahun penjara.


Sumber: Kumparan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *