OPCW: Cadangan Senjata Kimia Libya Telah Dimusnahkan Seluruhnya

Posted on
Dengan pemusnahan di Jerman ini berarti seluruh cadangan senjata kimia Libya telah dimusnahkan.Dirjen Organisation for the Prohibition of Chemical Weapons/OPCW (Organisasi Pelarangan Senjata Kimia) A. Uzumcu mengapresiasi penghapusan bahan senjata kimia Kategori 2 milik Libya tersebut.“Pemusnahan ini menandai akhir proses demiliterisasi kimia Libya dan satu langkah lagi untuk mencapai tujuan pokok dari Konvensi Senjata Kimia yakni pemusnahan semua senjata kimia secara menyeluruh dan permanen,” demikian Dirjen OPCW Uzumcu dalam rilis yang diterima kumparan Den Haag (kumparan.com), Jumat (12/1).Upacara pemusnahan diselenggarakan oleh pemerintah Jerman dan berlangsung dalam fasilitas pemusnahan senjata kimia yang dioperasikan oleh GEKA mbH di kota Munster, Jerman, Kamis kemarin waktu setempat."Upacara ini menandai sebuah peristiwa bersejarah untuk perlucutan senjata dan keamanan internasional,” ujar Dirjen OPCW dalam sambutannya.Dirjen mengatakan bahwa penghapusan dan pemusnahan sekitar 500 metrik ton bahan kimia Kategori 2 milik Libya tersebut adalah operasi luar biasa yang memerlukan kecekatan, kreativitas, dan terutama kerjasama internasional yang erat.“Operasi Libya merupakan contoh utama bagaimana moto OPCW berfungsi yakni bekerja sama untuk dunia yang bebas dari senjata kimia," tandas Dirjen.Pada upacara tersebut, Dirjen OPCW menyerahkan sertifikat kepada pemerintah Libya sebagai pengakuan atas pemusnahan total seluruh cadangan senjata kimia seperti telah diumumkan.Hadir antara lain para pejabat tinggi Libya dan Jerman, termasuk Menlu Libya Mohamed Taha Siala, Sekretaris Negara, Kementerian Pertahanan Federal Jerman Dr. Katrin Suder, Wakil Komisaris Federal untuk Perlucutan dan Kontrol Senjata Susanne Baumann, serta Perwakilan Tetap Libya dan Jerman di OPCW yakni Dr Ali Gebril Werfeli dan Dubes Christine Weil.Fasilitas khusus GEKA yang berkemampuan tinggi di Munster, Jerman, ditunjuk untuk memusnahkan timbunan senjata kimia yang dipindahkan dari Libya dalam sebuah operasi internasional yang dikoordinasikan oleh OPCW pada 2016. OPCW sendiri telah memverifikasi pemusnahan secara menyeluruh atas material senjata kimia Libya di GEKA tersebut pada akhir tahun lalu, tepatnya 23/11/ 2017.Sebelumnya Dewan Eksekutif OPCW telah mengadopsi keputusan untuk bantuan internasional yang diperlukan sebagai tanggapan atas permintaan pemerintah Libya dalam rangka pemusnahan cadangan senjata kimia Kategori 2 (20/7/2016). Selanjutnya DK PBB menyetujui keputusan OPCW tersebut dan memberi lampu hijau.Baik Resolusi DK PBB 2298 (2016) maupun keputusan Dewan Eksekutif OPCW mengakui tantangan luar biasa untuk keamanan dan lingkungan terkait dengan bahan kimia ini, yang dapat digunakan oleh industri. Sebagai bahan pendahuluan untuk senjata kimia, penghapusan dan pemusnahan terverifikasi bahan-bahan tersebut menjamin tidak jatuh ke tangan pelaku non-negara.Pada Agustus 2016, OPCW memfasilitasi dan mengkoordinir bantuan di antara negara-negara yang berkontribusi untuk menyokong pemusnahan tepat waktu cadangan senjata kimia Libya yang tersisa, dengan cara paling aman dan selamat.Kanada, Siprus, Denmark, Finlandia, Prancis, Jerman, Italia, Malta, Selandia Baru, Spanyol, Inggris dan AS menyumbang personel, ahli teknik, peralatan dan sumber keuangan. Khususnya Denmark, negara ini menyediakan aset maritim untuk mengangkut bahan kimia dari Libya ke Jerman. Bahan kimia tersebut sampai di fasilitas GEKA, yang telah memiliki pengalaman luas dalam memusnahkan bahan kimia dari Suriah pada awal September 2016.Pemusnahan cadangan senjata kimia Libya Kategori 2 di fasilitas GEKA, Jerman, telah menggenapi jumlah keseluruhan senjata kimia Libya yang dimusnahkan menjadi 100%. Sebelumnya Libya telah memusnahkan seluruh senjata kimianya untuk Kategori 1 dan 3.OPCW yang bermarkas di Den Haag merupakan badan pelaksana Konvensi Senjata Kimia, fungsinya mengawasi upaya global untuk memusnahkan senjata kimia secara permanen.Sejak diberlakukan pada 1997, kini dengan 192 negara pihak kecuali Mesir, Israel, Korea Utara, dan Sudan Selatan, Konvensi ini dinilai merupakan perjanjian pelucutan senjata paling berhasil dalam penghapusan seluruh kelas senjata pemusnah massal.Sampai saat ini, 96 persen dari semua cadangan senjata kimia telah dinyatakan musnah oleh negara-negara pemilik di bawah verifikasi OPCW. Atas usahanya yang besar dalam memusnahkan senjata kimia ini OPCW menerima Hadiah Nobel Perdamaian pada 2013.OPCW: Cadangan Senjata Kimia Libya Telah Dimusnahkan Seluruhnya

Dirjen Organisation for the Prohibition of Chemical Weapons/OPCW (Organisasi Pelarangan Senjata Kimia). Uzumcu mengapresiasi penghapusan bahan senjata kimia Kategori 2 milik Libya. Pemusnahan tersebut dilakukan di Jerman.“Pemusnahan ini menandai akhir proses demiliterisasi kimia Libya dan satu langkah lagi untuk mencapai tujuan pokok dari Konvensi Senjata Kimia yakni pemusnahan semua senjata kimia secara menyeluruh dan permanen,” demikian Dirjen OPCW Uzumcu dalam rilis yang diterima kumparan Den Haag (kumparan.com), Jumat (12/1).Upacara pemusnahan diselenggarakan oleh pemerintah Jerman dan berlangsung dalam fasilitas pemusnahan senjata kimia yang dioperasikan oleh GEKA mbH di kota Munster, Jerman, Kamis kemarin waktu setempat."Upacara ini menandai sebuah peristiwa bersejarah untuk perlucutan senjata dan keamanan internasional,” ujar Dirjen OPCW dalam sambutannya.Dirjen mengatakan bahwa penghapusan dan pemusnahan sekitar 500 metrik ton bahan kimia Kategori 2 milik Libya tersebut adalah operasi luar biasa yang memerlukan kecekatan, kreativitas, dan terutama kerjasama internasional yang erat.“Operasi Libya merupakan contoh utama bagaimana moto OPCW berfungsi yakni bekerja sama untuk dunia yang bebas dari senjata kimia," tandas Dirjen.Pada upacara tersebut, Dirjen OPCW menyerahkan sertifikat kepada pemerintah Libya sebagai pengakuan atas pemusnahan total seluruh cadangan senjata kimia seperti telah diumumkan.Hadir antara lain para pejabat tinggi Libya dan Jerman, termasuk Menlu Libya Mohamed Taha Siala, Sekretaris Negara, Kementerian Pertahanan Federal Jerman Dr. Katrin Suder, Wakil Komisaris Federal untuk Perlucutan dan Kontrol Senjata Susanne Baumann, serta Perwakilan Tetap Libya dan Jerman di OPCW yakni Dr Ali Gebril Werfeli dan Dubes Christine Weil.Fasilitas khusus GEKA yang berkemampuan tinggi di Munster, Jerman, ditunjuk untuk memusnahkan timbunan senjata kimia yang dipindahkan dari Libya dalam sebuah operasi internasional yang dikoordinasikan oleh OPCW pada 2016. OPCW sendiri telah memverifikasi pemusnahan secara menyeluruh atas material senjata kimia Libya di GEKA tersebut pada akhir tahun lalu, tepatnya 23/11/ 2017.Sebelumnya Dewan Eksekutif OPCW telah mengadopsi keputusan untuk bantuan internasional yang diperlukan sebagai tanggapan atas permintaan pemerintah Libya dalam rangka pemusnahan cadangan senjata kimia Kategori 2 (20/7/2016). Selanjutnya DK PBB menyetujui keputusan OPCW tersebut dan memberi lampu hijau.Baik Resolusi DK PBB 2298 (2016) maupun keputusan Dewan Eksekutif OPCW mengakui tantangan luar biasa untuk keamanan dan lingkungan terkait dengan bahan kimia ini, yang dapat digunakan oleh industri. Sebagai bahan pendahuluan untuk senjata kimia, penghapusan dan pemusnahan terverifikasi bahan-bahan tersebut menjamin tidak jatuh ke tangan pelaku non-negara.Pada Agustus 2016, OPCW memfasilitasi dan mengkoordinir bantuan di antara negara-negara yang berkontribusi untuk menyokong pemusnahan tepat waktu cadangan senjata kimia Libya yang tersisa, dengan cara paling aman dan selamat.Kanada, Siprus, Denmark, Finlandia, Prancis, Jerman, Italia, Malta, Selandia Baru, Spanyol, Inggris dan AS menyumbang personel, ahli teknik, peralatan dan sumber keuangan. Khususnya Denmark, negara ini menyediakan aset maritim untuk mengangkut bahan kimia dari Libya ke Jerman. Bahan kimia tersebut sampai di fasilitas GEKA, yang telah memiliki pengalaman luas dalam memusnahkan bahan kimia dari Suriah pada awal September 2016.Pemusnahan cadangan senjata kimia Libya Kategori 2 di fasilitas GEKA, Jerman, telah menggenapi jumlah keseluruhan senjata kimia Libya yang dimusnahkan menjadi 100%. Sebelumnya Libya telah memusnahkan seluruh senjata kimianya untuk Kategori 1 dan 3.OPCW yang bermarkas di Den Haag merupakan badan pelaksana Konvensi Senjata Kimia, fungsinya mengawasi upaya global untuk memusnahkan senjata kimia secara permanen.Sejak diberlakukan pada 1997, kini dengan 192 negara pihak kecuali Mesir, Israel, Korea Utara, dan Sudan Selatan, Konvensi ini dinilai merupakan perjanjian pelucutan senjata paling berhasil dalam penghapusan seluruh kelas senjata pemusnah massal.Sampai saat ini, 96 persen dari semua cadangan senjata kimia telah dinyatakan musnah oleh negara-negara pemilik di bawah verifikasi OPCW. Atas usahanya yang besar dalam memusnahkan senjata kimia ini OPCW menerima Hadiah Nobel Perdamaian pada 2013.


Ilustrasi senjata kimia

Ilustrasi senjata kimia (Foto: Reuters/Fabian Bimmer)

Direktur Jenderal Organisation for the Prohibition of Chemical Weapons/OPCW (Organisasi Pelarangan Senjata Kimia) Ahmet Uzumcu mengapresiasi penghapusan bahan senjata kimia Kategori 2 milik Libya. Pemusnahan tersebut dilakukan di Jerman.

“Pemusnahan ini menandai akhir proses demiliterisasi kimia Libya dan satu langkah lagi untuk mencapai tujuan pokok dari Konvensi Senjata Kimia yakni pemusnahan semua senjata kimia secara menyeluruh dan permanen,” demikian Dirjen OPCW Uzumcu dalam rilis yang diterima kumparan Den Haag (kumparan.com), Jumat (12/1).

Upacara pemusnahan diselenggarakan oleh pemerintah Jerman dan berlangsung dalam fasilitas pemusnahan senjata kimia yang dioperasikan oleh GEKA mbH di kota Munster, Jerman, Kamis kemarin waktu setempat.

"Upacara ini menandai sebuah peristiwa bersejarah untuk perlucutan senjata dan keamanan internasional,” ujar Dirjen OPCW dalam sambutannya.

Dirjen mengatakan bahwa penghapusan dan pemusnahan sekitar 500 metrik ton bahan kimia Kategori 2 milik Libya tersebut adalah operasi luar biasa yang memerlukan kecekatan, kreativitas, dan terutama kerjasama internasional yang erat.

“Operasi Libya merupakan contoh utama bagaimana moto OPCW berfungsi yakni bekerja sama untuk dunia yang bebas dari senjata kimia," tandas Dirjen.

Pada upacara tersebut, Dirjen OPCW menyerahkan sertifikat kepada pemerintah Libya sebagai pengakuan atas pemusnahan total seluruh cadangan senjata kimia seperti telah diumumkan.

Hadir antara lain para pejabat tinggi Libya dan Jerman, termasuk Menlu Libya Mohamed Taha Siala, Sekretaris Negara, Kementerian Pertahanan Federal Jerman Dr. Katrin Suder, Wakil Komisaris Federal untuk Perlucutan dan Kontrol Senjata Susanne Baumann, serta Perwakilan Tetap Libya dan Jerman di OPCW yakni Dr Ali Gebril Werfeli dan Dubes Christine Weil.

Fasilitas khusus GEKA yang berkemampuan tinggi di Munster, Jerman, ditunjuk untuk memusnahkan timbunan senjata kimia yang dipindahkan dari Libya dalam sebuah operasi internasional yang dikoordinasikan oleh OPCW pada 2016.

OPCW sendiri telah memverifikasi pemusnahan secara menyeluruh atas material senjata kimia Libya di GEKA tersebut pada akhir tahun lalu, tepatnya 23/11/ 2017.

Sebelumnya Dewan Eksekutif OPCW telah mengadopsi keputusan untuk bantuan internasional yang diperlukan sebagai tanggapan atas permintaan pemerintah Libya dalam rangka pemusnahan cadangan senjata kimia Kategori 2 (20/7/2016). Selanjutnya DK PBB menyetujui keputusan OPCW tersebut dan memberi lampu hijau.

Baik Resolusi DK PBB 2298 (2016) maupun keputusan Dewan Eksekutif OPCW mengakui tantangan luar biasa untuk keamanan dan lingkungan terkait dengan bahan kimia ini, yang dapat digunakan oleh industri. Sebagai bahan pendahuluan untuk senjata kimia, penghapusan dan pemusnahan terverifikasi bahan-bahan tersebut menjamin tidak jatuh ke tangan pelaku non-negara.

Pada Agustus 2016, OPCW memfasilitasi dan mengkoordinir bantuan di antara negara-negara yang berkontribusi untuk menyokong pemusnahan tepat waktu cadangan senjata kimia Libya yang tersisa, dengan cara paling aman dan selamat.

Kanada, Siprus, Denmark, Finlandia, Prancis, Jerman, Italia, Malta, Selandia Baru, Spanyol, Inggris dan AS menyumbang personel, ahli teknik, peralatan dan sumber keuangan.

Khususnya Denmark, negara ini menyediakan aset maritim untuk mengangkut bahan kimia dari Libya ke Jerman. Bahan kimia tersebut sampai di fasilitas GEKA, yang telah memiliki pengalaman luas dalam memusnahkan bahan kimia dari Suriah pada awal September 2016.

Pemusnahan cadangan senjata kimia Libya Kategori 2 di fasilitas GEKA, Jerman, telah menggenapi jumlah keseluruhan senjata kimia Libya yang dimusnahkan menjadi 100%. Sebelumnya Libya telah memusnahkan seluruh senjata kimianya untuk Kategori 1 dan 3.

OPCW yang bermarkas di Den Haag merupakan badan pelaksana Konvensi Senjata Kimia, fungsinya mengawasi upaya global untuk memusnahkan senjata kimia secara permanen.

Sejak diberlakukan pada 1997, kini dengan 192 negara pihak kecuali Mesir, Israel, Korea Utara, dan Sudan Selatan, Konvensi ini dinilai merupakan perjanjian pelucutan senjata paling berhasil dalam penghapusan seluruh kelas senjata pemusnah massal.

Sampai saat ini, 96 persen dari semua cadangan senjata kimia telah dinyatakan musnah oleh negara-negara pemilik di bawah verifikasi OPCW. Atas usahanya yang besar dalam memusnahkan senjata kimia ini OPCW menerima Hadiah Nobel Perdamaian pada 2013.


Laporan: Eddi Santosa (kumparan Den Haag)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *