Negeriku Bukan yang Dulu

Posted on

Ilustrasi Desa

Ilustrasi Desa. (Foto: Wikipedia)

Negeriku

Beribu pulaumu, berjuta budayamu, kaya alammu, sungguh wangi, sungguh indah. Desa-desa kecil yang masih polos, rakyat yang tersenyum manis, melihat kayanya alam yang dapat di eksploitasi.

Negeriku

Rakyatmu bersatu-padu, lekatnya sosialitasmu cerminan baiknya negaraku. Tapi semua itu telah lenyap dimakan waktu, ketika zamanmu sudah mengubah perilaku setiap individu.

Negeriku

Kau bukan yang dulu, kaya alammu mulai habis dan kotor, karna sikap individu yang tak lagi seperti yang dulu.

Ilustrasi dataran tandus (NOT 4 COV)

Ilustrasi dataran tandus. (Foto: Pixabay)

Negeriku

Kau bukan yang dulu, pemimpinmu bukan yang seperti dulu, tak ada yang sesuai dengan ideologimu. Semua sudah berubah sejalan dengan masamu

Negeriku

Kau bukan lagi seperti yang dulu, paksaan oleh masa yang membungkam kebebasan individu, dalam setiap langkah rakyatmu selalu menangis tersendu-sendu melihat sikap dan perilaku mereka yang duduk manis tanpa ragu.

Negeriku

Kau bukan yang dulu, sudah banyak para tikus berkantongmu, tak peduli apa maumu, mereka lakukan dengan tak memikirkan keinginanmu.

Negeriku

Kau bukan yang dulu, sudah kotor dirimu!, banyak dari pemakan keringatmu tertawa karna kebodohanmu, beribu polemik bersatu mengahancurkan bentengmu.

Ilustrasi demo

Ilustrasi demo. (Foto: Thinkstock)

Negeriku

Belum lagi perilaku pemudamu yang senang dengan zaman yang baru, dimana buku bukan lagi yang beri ilmu, dimana ilmu bukan yang mereka cari, ilmu bukan masa depan mereka.

Negeriku

Sungguh kotor tak seperti dulu, tak ada lagi indah dan wangi namamu, semua sudah kotor ditelan waktu.

#Sejenakberpikir#

Sumber: Kumparan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *