Mengenang Inggit, Menolak Valentine

Posted on

Seorang siswi SDN 143 Kopo sedang menulis surat untuk Ibu Bangsa, Inggit Garnasih dalam kegiatan “Menulis Surat Cinta Untuk Ibu Bangsa”. Ini merupakan rangkaian ketiga kegiatan Bulan Cinta Ibu Bangsa Inggit Garnasih tahun ke-4, 2018, Bandung, Rabu (14/2/2018). (Foto: Agus Bebeng/bandungkiwari.com)

BANDUNG, bandungkiwari – Sakola Ra’jat (SR) Iboe Inggit Garnasih bekerjasama dengan SDN 143 Kopo menyelenggarakan acara “Menulis Surat Cinta Untuk Ibu Bangsa” dalam rangkaian ketiga kegiatan Bulan Cinta Ibu Bangsa Inggit Garnasih tahun ke-4, 2018, Bandung, Rabu (14/2/2018).

Kegiatan menulis surat cinta yang ditujukan untuk mengenang kelahiran Inggit Garnasih ini diselenggarakan dalam rangka Bulan Cinta Inggit Garnasih yang telah diselenggarakan sejak 2015 lalu oleh beberapa kelompok anak muda.

Menurut Koordinator SR, Gatot Gunawan, kegiatan menulis surat cinta untuk Inggit Garnasih ini bertujuan mengenang jasa Inggit Garnasih, sekaligus memperingati hari lahir Inggit pada 17 Februari 1888 di Desa Kamasan, Kecamatan Banjaran, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Gatot berharap kegiatan ini mampu mengangkat kembali nama Inggit Garnasih di kalangan para pelajar agar mengenal pahlawan Jawa Barat. Apalagi sekolah ini berdekatan dengan Rumah Bersejarah Inggit Garnasih. “Daripada anak-anak memperingati Valentine,” tegas Gatot.

Rangkaian satu bulan penuh peringatan Bulan Cinta Inggit Garnasih selama Februari yang diselenggarakan SR dan Kelompok Anak Rakyat (Lokra) diisi dengan beragam acara seperti, tari, diskusi, literasi dan olahraga yang dikaitkan dengan etos perjuangan Inggit Garnasih.

Sementara itu menurut Tito Zeni Asmarahadi keluarga dari Inggit Garnasih, diharapkan dengan kegiatan ini para siswa belajar kembali nilai-nilai kesejarahan. “Bukan hanya Inggit Garnasih tentunya. Semua pahlawan harus dikenang dan dihormati karena tanpa mereka Indonesia tidak dapat merasakan kemerdekaan saat ini,” katanya..

Bahkan lebih jauh Tito berharap setiap tanggal 14 Februari yang diperingati dunia sebagai hari Valentine atau hari Kasih Sayang, lebih baik dijadikan patokan untuk mengenang kasih sayang Inggit Garnasih kepada bangsa dan Negara. “Kasih sayang atau cinta Inggit itu bukan hanya kepada Soekarno, tetapi kepada bangsa dan negara,” ujar Tito.

Euis Ratna Djuwita, Wali Kelas di SDN 143 Kopo, mengatakan kegiatan ini secara langsung memberi muatan pendidikan sejarah kepada para siswa. Dirinya berharap kegiatan ini bisa berulang dan memberikan pemahaman sisi lain sejarah pahlawan lokal.

Sementara itu April, salah satu siswa kelas 6 yang mengikuti kegiatan menulis Surat Cinta ini mengaku sangat senang ada pengenalan Inggit Garnasih di sekolahnya. “Senang. Bisa tahu sejarah Ibu Inggit Garnasih dan bisa nulis surat. Kan saya suka puisi,” ujar April. (Agus Bebeng)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *