Liverpool Pesta Gol di Markas Porto

Posted on

Sadio Mane

Munajat syukur Sadio Mane. (Foto: Reuters/Matthew Childs)

Lima gol berhasil dilesakkan Liverpool ke gawang Porto pada laga 16 besar leg pertama Liga Champions yang dihelat di Estadio Do Dragao, Oporto, Kamis (15/2/2018) dini hari WIB.

Sadio Mane menjadi bintang terang Liverpool lewat trigolnya pada menit ke-25, 53, dan 85. Sementara, dua gol Liverpool lainnya diciptakan oleh Mohamed Salah (29') dan Roberto Firmino (69').

Kemenangan telak ini membuat Liverpool berada di atas angin. Pada leg kedua di Anfield nanti, mereka hanya butuh hasil imbang untuk lolos ke perempat final.

***

Kekuatan terbaik diturunkan Juergen Klopp pada laga ini. Dengan formasi 4-3-3, trio Mohamed Salah, Roberto Firmino, dan Sadio Mane masih diandalkan di depan. Sementara itu, di lini belakang Virgil van Dijk dimainkan berdampingan dengan Dejan Lovren. Kedua bek sentral itu diapit Trent Alexander-Arnold dan Andrew Robertson.



Tuan rumah turun dengan formasi 4-2-3-1. Oleh pelatih Sergio Conceicao, Francisco Soares didapuk menjadi ujung tombak dengan ditopang Yacine Brahimi, Otavio Monteiro, dan Moussa Marega. Sementara, di lini belakang berdirilah kuartet Ricardo Pereira, Diego Reyes, Ivan Marcano, dan Alex Telles.

Walau bermain di kandang lawan, Liverpool tak kehilangan agresivitas. Sejak awal, dengan pressing-nya, Liverpool sudah membuat permainan Porto tercekik. Build-up serangan Porto yang dibangun dari bawah pun kerapkali terpotong sebelum sampai tujuan.

Dengan agresivitas ini, Liverpool pun mendominasi laga. Dari segi penguasaan bola (65%) maupun jumlah tembakan (7 berbanding 3) mereka unggul. Hasilnya, dua gol berhasil diciptakan masing-masing oleh Mane dan Salah.

Gol Sane berasal dari sebuah penetrasi apik yang dilakukan oleh Gini Wijnaldum lewat area tengah. Penetrasi gelandang asal Belanda itu mampu menarik perhatian banyak pemain Porto. Upaya Wijnaldum memang gagal setelah tendangannya diblok. Namun, bola kemudian jatuh ke kaki Mane yang tak terkawal.

Mane kemudian melepaskan sepakan mendatar yang sebenarnya bisa dengan mudah diantisipasi kiper Porto, Jose Sa. Namun, Jose Sa justru melakukan blunder dan bola pun bergulir pelan ke gawangnya.


Porto vs Liverpool

Mohamed Salah mengecoh Jose Sa. (Foto: Reuters/Matthew Childs)


Gol kedua lahir dari skema penyerangan yang serupa tapi tak sama. Jika pada gol pertama Wijnaldum jadi gelandang yang menginisiasi serangan, pada gol kedua giliran jatuh pada James Milner. Bola hasil sepakan mantan pemain Aston Villa ini membentur tiang dan kemudian jatuh ke kaki Salah. Menerima bola kaget itu, Salah dengan tenang mengontrol bola, mengecoh Jose Sa, dan menceploskan gol kedua The Reds.

Porto sejatinya bukan tanpa peluang. Jelang babak pertama usai mereka sempat mendapat satu peluang emas lewat Brahimi yang sukses melakukan penetrasi dari tengah. Namun, sepakan pemain asal Aljazair ini menyamping tipis di sisi kanan gawang Loris Karius.

Tanpa adanya gol tambahan, babak pertama berakhir dengan keunggulan 2-0 untuk Liverpool.

Selepas rehat, Porto sebenarnya langsung berusaha untuk menekan. Akan tetapi, pelbagai upaya yang mereka kerahkan terlalu bersifat sporadis dan mudah sekali dipatahkan oleh para pemain tengah dan belakang Liverpool.

Alih-alih mencetak gol, gawang Porto justru kembali kemasukan pada awal-awal babak kedua. Lewat sebuah serangan balik, Salah menyodorkan bola kepada Firmino yang sedang dalam keadaan berlari. Firmino kemudian melepaskan tendangan yang berhasil ditepis Jose Sa.


Roberto Firmino

Selebrasi 'hati' Roberto Firmino. (Foto: Reuters/Matthew Childs)


Sial bagi Porto, bola hasil tepisan Jose Sa itu justru mendarat di kaki Mane. Dengan tenang, pemain asal Senegal ini menceploskan bola ke gawang kosong.

Saat laga memasuki menit ke-70, Firmino akhirnya mencatatkan namanya di papan skor. Lewat sebuah serangan balik dari sisi kiri, Milner memberikan sebuah umpan tarik akurat kepada Firmino. Dengan sekali sentuhan, pemain asal Brasil ini membobol gawang Jose Sa untuk kali keempat.

Selepas gol keempat, Klopp memilih untuk mengendurkan serangan seraya memperkuat pertahanan. Jordan Henderson dia tarik keluar dan Joel Matip dia masukkan. Liverpool pun bermain dengan formasi 3-4-3.

Perubahan pakem itu nyatanya tak berpengaruh pada ketajaman Liverpool. Saat laga waktu normal tersisa lima menit, Mane menggenapi hat-trick-nya dengan sebuah sepakan jarak jauh. Gol Mane ini menjadi penutup yang manis bagi malam cemerlang Liverpool di Oporto.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *