Korban Jiwa Longsor California Capai 18 Orang

Posted on

Tanah longsor di Montecito, California

Tanah longsor di Montecito, California (Foto: REUTERS / Kyle Grillot)

Korban jiwa longsor di California bertambah. Saat ini otoritas setempat menyatakan jumlah warganya yang kehilangan nyawa akibat bencana tersebut mencapai 18 orang.

Kantor Urusan Darurat Negara Bagian California berencana memperluas lokasi pencarian. Pasalnya, masih ada lima warga lagi yang masih belum ditemukan.

Mereka mengerahkan 1250 personelnya untuk memperluas pencarian. Selain itu, beberapa alat berat, drone, dan anjing pelacak juga dikerahkan demi mempercepat proses pencarian.

Sementara itu, Sherrif Santa Barbara, Bill Brown mengatakan korban tewas terakhir yang berhasil ditemukan teridentifikasi sebagai Joseph Bleckel (87). Jasadnya ditemukan di rumahnya di Montecido.

"Lima orang lagi yang belum ditemukan usia 2 sampai 30 tahun," sebut Brown seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (13/1).

Juru Bicara Pemadam Kebakaran Santa Barbara Mike Eliason menyebut upaya pencarian korban tidak akan berjalan mudah. Sulitnya medan karena tertutup lumpur menjadi halangan operasi tersebut.

"Penglihatan kami hampir tertutup, tapi kami masih sangat optimis. Banyak kasus, korban baru ditemukan pada seminggu sesudah (bencana)," ucap Eliason.

Bencana alam terjadi sejak hujan deras berlangsung dari Selasa (9/1) waktu setempat di sekitaran wilayah Santa Barbara hingga sepanjang garis pantai Pasifik di Utara Los Angeles. Akibatnya, pemerintah segera menginstruksikan evakuasi besar-besar di wilayah yang terdampak cuaca buruk tersebut.

Diduga kuat California bagian selatan rentan terhadap longsor disebabkan kebakaran besar yang melanda daerah tersebut bulan lalu. Kebakaran itu membakar rumput dan semak-semak yang menjadi penahan tanah serta merusak jaringan tanah lunak untuk menyerap air.

Banjir dan tanah longsor juga pernah menimpa California pada 10 Januari 2005 lalu. Bencana alam ini menyebabkan 10 orang tewas di Kota La Conchita yang berada 32 kilometer dari Santa Barbara.

Sumber: Kumparan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *