Kisah Nenek Sebatang Kara Asal Ngawi yang Tinggal di Emperan Pasar

Posted on

Mbah Kasmi di Ngawi

Mbah Kasmi di Ngawi. (Foto: Instagram @andi_kuswoyo_)

Mbah Kasmi, nenek sebatang kara asal Desa Danguk, Kecamatan Karangjati, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, memilih tinggal di emperan pasar. Foto Mbah Kasmi tertidur hanya beralaskan kardus viral di media sosial.

Cerita Mbah Kasmi dibagikan oleh pemilik akun Facebook @Andi_kuswoyo, Selasa (13/2). Dalam unggahannya, tampak Mbah Kasmi sedang duduk menyender di gerobak berwarna hujan hingga fotonya yang sedang terbaring lemah di rumah sakit.

Saat dikonfirmasi kumparan (kumparan.com), Rabu (14/2), Andi mengatakan foto yang ia unggah tersebut didapat dari kawannya, yang bernama Arif Witanto asal Kediri.

Mbah Kasmi di Ngawi

Mbah Kasmi di Ngawi. (Foto: Instagram @andi_kuswoyo_)

kumparan kemudian menghubungi Arif Witanto, ia membenarkan Mbah Kasmi memang tinggal di emperan pasar karena dia tidak punya tempat tinggal dan keluarga atau saudara. Untuk memenuhi kehidupan sehari-harinya, Mbah Kasmi mengharap belas kasih masyarakat yang berdatangan ke Pasar Besar Ngawi.

"Mbah Kasmi usianya di atas 60 tahunan. Sudah bertahun-tahun ia tinggal di Pasar Ngawi karena tidak punya tempat tinggal serta sanak keluarga," kata Arif saat dihubungi kumparan, Rabu (14/2).

Mbah Kasmi di Ngawi

Mbah Kasmi di Ngawi. (Foto: Instagram @andi_kuswoyo_)

Selain mengharap belas kasih warga, nenek berambut putih itu terkadang juga membantu menyiapkan lapak dagangan para pedagang di pasar. Upah dari membantu para pedagang itu ia gunakan untuk menyambung hidup.

Pada Januari lalu, Mbah Kasmi sempat jatuh hingga mengakibatkan salah satu kakinya cedera. Beruntung, komunitas sosial sigap mengantarkannya ke rumah sakit. Ia bahkan sempat dirawat selama beberapa hari di sana.

Mbah Kasmi di Ngawi (not cov)

Mbah Kasmi di Ngawi. (Foto: Instagram @andi_kuswoyo_)

Setelah sembuh dan diperbolehkan pulang dari rumah sakit, Mbah Kasmi memutuskan untuk kembali tinggal di Pasar. Padahal kondisinya masih dalam proses pemulihan.

Namun tak lama setelah itu, Mbah Kasmi kembali di rawat di rumah sakit, lantaran kondisinya yang semakin memburuk karena tak ada keluarga yang merawatnya. Para pedangan di Pasar Besar Ngawi dan anggota komunitas sosial berbondong-bondong mengantarkannya ke rumah sakit.

Mengetahui kondisi Mbah Kasmi yang sudah renta, sebatang kara, dan mudah sakit, Arif dan kawan-kawan komunitas sosialnya memutuskan untuk membawanya ke rumah singgah. Dengan harapan Mbah Kasmi bisa tinggal lebih layak serta ada yang merawatnya.

"Kemungkinan besar akan ditampung di rumah singgah yayasan KNDJH di Malang, Jawa Timur. Ini dalam proses untuk dibawa ke rumah singgah," ujar Arif Witanto.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *