Kenaikan Harga Beras Bisa Dorong Laju Inflasi

Posted on

Pekerja di gudang beras Bulog

Pekerja di gudang beras Bulog. (Foto: Fitra Andrianto/kumparan)

Kenaikan harga beras secara terus-menerus dikhawatirkan dapat memicu laju inflasi. Apalagi beras merupakan komponen utama penyebab inflasi.

Kepala Pusat Kebijakan Ekonomi Makro Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Adriyanto mengatakan, jika pasokan beras tak mencukupi kebutuhan hingga Februari nanti, maka berpotensi mendorong inflasi.

Meski demikian, pemerintah berharap laju inflasi masih tetap terkendali selama tahun ini, yakni 2,5% hingga 4,5% year on year (yoy).

Apalagi pada Maret nanti merupakan waktu panen, sehingga diharapkan pasokan beras melimpah di seluruh wilayah.

"Beras memang punya potensi mendorong inflasi kalau tidak dapat mencukupi kebutuhan Januari-Februari. Tapi Maret kami harapkan sudah ada panen," ujar Adriyanto kepada kumparan (kumparan.com), Sabtu (13/1).

Selain itu, operasi pasar yang dilakukan Bulog juga diharapkan dapat menekan inflasi. Khususnya untuk menjaga harga beras medium di pasar.

"Kami harapkan operasi Bulog dapat membantu menjaga harga beras medium khususnya," jelasnya.

Untuk diketahui, pemerintah akhirnya membuka keran impor beras khusus sebanyak 500 ribu ton pada akhir Januari 2018. Hal ini dilakukan untuk mengatasi kelangkaan pasokan beras yang berdampak pada naiknya harga jual beras di tingkat pengecer.

Kepastian kebijakan impor beras di tahun ini juga telah dikuatkan melalui payung hukum Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 1 tahun 2018 tentang Ketentuan Ekspor dan Impor Beras.

Sumber: Kumparan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *