KCI soal Khairunnisa yang Tak Dapat Kursi: Penumpang Harusnya Simpati

Posted on

Perjuangan Khairunisa

Perjuangan Khairunisa (Foto: Mirsan/kumparan)

Khairunnisa (30) yang membawa 5 anak kecil harus rela berdiri lama, saat menempuh perjalanan menggunakan Commuter Line dari Stasiun Tanah Tinggi (Tangerang) menuju Stasiun Manggarai (Jakarta Pusat) pada Kamis (23/11) sore.

Gerbong KRL tersebut memang sedang penuh sesak, semua kursi reguler dan kursi prioritas terisi penuh.

Peraturan yang kerap diumumkan petugas KRL soal memprioritaskan kursi untuk ibu hamil, manula, dfifabel, dan ibu membawa anak, diabaikan para penumpang.

VP Komunikasi PT Kereta Commuter Indonesia (KCI), Eva Chairunisa, mengaku prihatin dengan 'pemandangan' itu. Eva mengimbau para penumpang KRL berkenan lebih bersimpati terhadap penumpang yang benar-benar membutuhkan kursi.

"Kami sangat berharap kerjasama dari seluruh penumpang, meskipun sedang menggunakan kursi non prioritas atau kursi reguler agar tetap bersimpati memberikan tempat duduknya, bila ada penumpang lain yang lebih membutuhkan tempat duduk," ujarnya dalam keterangan tertulis kepada kumparan (kumparan.com), Kamis (23/11) malam.

"Seperti ibu hamil, ibu membawa anak, orang tua, orang sakit, dan kondisi khusus lainnya," imbuh Eva.

Diberitakan sebelumnya, kumparan yang berada satu gerbong dengan Khairunnisa, sempat memberanikan diri meminta salah seorang penumpang untuk memberikan tempat duduknya.

Namun orang itu bergeming, entah tidur, atau pura-pura tak mendengar. Padahal selama kereta melaju, Khairunissa sempat terlihat bersusah payah meminumkan susu (dari botol dot), untuk salah satu anaknya yang masih bayi.

Khairunnisa dan kelima anaknya turun dari gerbong saat kereta menepi Stasiun Manggarai. Mereka berganti kereta di stasiun itu, untuk melanjutkan perjalanan menuju Menteng, Jakarta Pusat.

"Saya dari tanah Stasiun Tanah Tinggi mau ke Menteng (Jakarta Pusat), maafkan anak saya yang tadi agak ribut," kata Khairunnisa kepada kumparan sambil berjalan ke peron tempat menunggu KRL tujuan Jakarta Kota.

Dia mengaku tinggal di sekitar kawasan Menteng, Jakarta Pusat. Suaminya bekerja sebagai tukang tambal ban, sementara dirinya sehari-hari bekerja sebagai pemulung.

"Anak saya ada 5 orang. Laki-laki 2 orang, anak pertama kelas 1 SD, yang paling bungsu masih menjelang 1 tahun, 3 orang lagi perempuan, 2 belum sekolah, satu lagi kelas 3 SD," ucap Khairunnisa.

Tak lama setelah usai berbincang, KRL tujuan Jakarta Kota tiba. Buru-buru Khairunnisa menggandeng tangan anak-anaknya, dan langsung naik ke gerbong wanita. Tak tahu lagi bagaimana 'nasib' Khairunnisa dan kelima anaknya berebut kursi di gerbong itu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *