India Tawarkan Insentif Bagi Umat Hindu untuk Menikahi Kaum Dalit

Posted on

Ilustrasi pernikahan India

Ilustrasi pernikahan India (Foto: Pixabay)

Pemerintah India menawarkan insentif bagi umat Hindu menikahi anggota kasta negara yang paling miskin dan paling tertindas, kaum Dalit. Penawaran ini dikhususkan untuk kasta tinggi dalam Hindu yang mempunyai pendapatan pertahun lebih dari 500.000 rupee.

Kementerian Sosial dan Pemberdayaan India mengumumkan pasangan yang bercampur dengan kasta Dalit akan menerima insetif uang tunai. Dilansir theguardian.com, Kamis (7/12), penawaran ini merupakan upaya pemerintah India dalam menghapus sistem kasta.

Penawaran ini sebenarnya pertama kali diperkenalkan pada tahun 2013. Pemerintah India kala itu menawarkan 250 ribu rupee untuk umat Hindu yang menikahi kaum Dalit. Namun penawaran ini masih dihiraukan oleh umat Hindu.

Kaum Dalit secara tradisional dianggap berada di luar empat kelas utama kasta yang menentukan bentuk kehidupan Hindu, mulai dari pekerjaan hingga prospek pernikahan. Pernikahan antara kasta-kasta yang lebih tinggi dengan orang-orang Dalit sangat jarang terjadi, sebagian besar orang India menikahi kasta mereka sendiri.

Pemerintah memngakui saat ini tingkat keberhasilan skema tersebut jauh dari harapan. Ada beberapa faktor kurang berhasilnya upaya menghapus kasta itu, di antaranya masalah pendapatan dan kurangnya pengetahuan akan skema ini.

Beberapa orang Dalit yang dihubungi oleh guardian.com bahkan belum pernah mendengar tentang skema ini. Salah satunya adalah Rahul Sonpimple (28) seorang mahasiswa PhD sosiologi di New Delhi. Dia juga tak peduli akan skema pemerintah tersebut.

"Kasta tidak ada hubungannya dengan uang atau kekayaan atau materialisme. Jika begitu, Brahmana yang malang dengan senang hati akan menikahi seorang miliarder Dalit. Tapi dia tidak akan melakukannya, karena ini tentang kebanggaan kasta, bangga dengan kelahiran Anda,"ujarnya.

John Dayal, sekretaris jenderal All-India Christian Council, menilai skema tersebut tak tepat karena akan menimbulkan pemaknaan ganda. Dengan skema itu, pemerintah seakan menggunakan uang tunai untuk menghapus sistem lama yang berakar.

"Saya mengetahui beberapa perkawinan antar kelompok, tapi mereka semua dilakukan secara rahasia atau di bawah perlindungan polisi atau pengadilan, yang kami butuhkan bukanlah uang tunai tapi sebuah pergolakan sosial untuk mengakhiri diskriminasi terhadap Dalit" kata Dayal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *