Efek Rumah Kaca Optimis Bawakan Lagu Berbahasa Indonesia di SXSW 2018

Posted on

Efek Rumah Kaca

Efek Rumah Kaca. (Foto: dok. Efek Rumah Kaca)

Efek Rumah Kaca (ERK) akan menjadi salah satu perwakilan dari Indonesia untuk tampil pada sebuah gelaran acara tahunan bernama South by Southwest (SXSW), yang akan di selenggarakan di kota Austin, Texas, Amerika Serikat.

Berbicara kepada kumparan pada Sabtu (13/1) pagi, manajer Efek Rumah Kaca, Dimas Ario, mengatakan kalau ini merupakan tahun kedua bagi band yang melejit dengan lagu “Cinta Melulu” tersebut untuk mendaftar sebagai salah satu line up dalam SXSW.

SXSW sendiri diketahui sudah cukup lama menjalin kerja sama dengan Indonesia yang dijalin melalui Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF).

“Tahun lalu (2017) ERK daftar tapi tidak lolos. Tahun ini, sekitar bulan November saya ditelepon oleh komite lokal dari Badan Ekonomi Kreatif BEKRAF, ditanya apakah mau daftar lagi apa tidak. Akhirnya kita daftar dan keterima,” kata Dimas

Dimas mengatakan kalau ERK akhirnya mendapat kabar kepastian akan tampil pada acara tersebut pada bulan Desember tahun lalu, setelah mengikuti serangkaian proses yang cukup ketat dari pihak penyelenggara.

“Pihak SXSW menghubungi kami langsung tanggal 24 Desember 2017 kemarin, tapi akhirnya baru diumumkan di website SXSW setelah menyelesaikan beberapa dokumen yang diminta,” tambahnya.

Dari penuturan Dimas, ERK rencananya akan menyajikan karya-karya dari album studio ketiga mereka yang bertajuk “Sinestesia” saat tampil di SXSW pada bulan Maret mendatang.

“Saat tahu diterima, kayaknya kita hanya akan membawakan lagu dari album ‘Sinestesia’, karena ini kesempatan pertama kali di luar Asia, apa yang menjadi representasi paling tepat dari ERK untuk saat ini ya pasti lagu-lagu yang ada di album ‘Sinestesia’,” ujar Dimas.

“Karena kita bakal memainkan lagu yang ada di ‘Sinestesia’, mau tidak mau, kita butuh support dari teman-teman yang biasanya ada di panggung selama hampir 3 tahun belakangan ini,” tuturnya.

Saat ditanyai soal bocoran daftar lagu (setlist) yang akan dibawakan oleh ERK di SXSW nanti, Dimas mengatakan kalau dirinya belum bisa memberi informasi apa-apa mengenai hal tersebut.

“Belum bisa, hahaha…, karena kami juga belum kontak-kontakan lagi sama panitia di sana tentang detail jadwal dan segala macamnya,” jelas Dimas.

Meski begitu, manajer dari band yang saat ini beranggotakan Cholil Mahmud, Airil Nur Abadiansyah, serta Akbar Bagus Sudibyo itu merasa optimis bahwa ERK akan tetap mendapatkan sambutan yang baik dari audiens yang akan menyaksikan penampilan mereka nanti, meski lirik dari lagu-lagu yang mereka bawakan ditulis dalam bahasa Indonesia.

“Musik itu hal yang penting juga selain lirik, maka dari itu kita memang mencoba untuk menampilkan lagu-lagu dari (album) ‘Sinestesia’, karena, paling tidak, kalau mereka tidak mengerti liriknya, mereka masih bisa menikmati musiknya. Karena musiknya lebih dinamis kalau untuk lagu-lagu di (album) ‘Sinestesia’,” ujar dia.

“Kalau dibilang optimis, ya optimis, sih, sebenarnya. Karena teman-teman dari White Shoes and The Couples Company pada 2008, mereka juga tampil di sana dengan lagu-lagu bahasa Indonesia, dan mereka dapat sambutan positif juga. Jadi bahasa udah bukan jadi masalah lagi,” tutup Dimas.

Selain Efek Rumah Kaca, terdapat juga dua band lain dari Indonesia, Stars and Rabbit dan Kimokal, juga akan tampil pada gelaran SXSW 2018 mendatang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *