Ditumbangkan Villarreal, Tren Buruk Real Madrid Belum Terhenti

Posted on

Madrid vs Villarreal

Madrid merebut bola (Foto: GABRIEL BOUYS / AFP)

Awan kelabu masih belum mau pergi dari Real Madrid. Dalam lanjutan pekan ke-19 La Liga Spanyol, Real Madrid dikalahkan oleh tamu mereka, Villarreal di Santiago Bernabeu, Sabtu (13/1) malam WIB. Gol tunggal Villarreal dicetak oleh Pablo Fornals di menit ke-87.

Dengan hasil ini, Madrid tetap tertahan di peringkat keempat klasemen sementara La Liga dengan torehan 32 poin. Sementara itu, Villarreal mengancam di bawah Madrid dengan selisih satu poin.

***

Pada pertandingan kali ini, Real Madrid memainkan formasi dasar yang lazim mereka mainkan, yaitu 4-3-1-2. Isco dipasang sebagai gelandang serang mendampingi dua penyerang Madrid, Cristiano Ronaldo dan Gareth Bale. Toni Kroos dan Luka Modric menjadi metronom, sedangkan Casemiro melapisi empat bek yang diisi Marcelo, Nacho, Raphael Varane, dan Dani Carvajal.

Sementara itu, Villarreal menerapkan formasi dasar 4-4-1-1, dengan Carlos Bacca sebagai penyerang tunggal, didampingi oleh Pablo Fornals di belakangnya. Di tengah, ada sosok Manu Trigueros dan Rodri, diapit oleh Samu Castillejo dan Raba di kanan dan kiri. Di posisi bek, ada Daniele Bonera dan Alvaro Gonzalez, diapit oleh Jaume Costa dan Mario Gaspar di kanan dan kiri.



Secara penguasaan laga, Real Madrid menjadi tim yang lebih dominan dalam laga ini. Sejak awal laga sampai sekira menit ke-30 pertandingan, sirkulasi bola benar-benar diatur oleh para pemain dari Madrid, dengan Toni Kroos dan Luka Modric yang mengatur sirkulasi bola dari kubu Los Blancos ini.

Namun serangan dari Madrid ini kerap mental ketika memasuki area sepertiga akhir Villarreal. Dari 10 tembakan yang dilesakkan oleh para pemain Madrid sampai sekira menit ke-32, hanya dua saja yang mengenai gawang. Sisanya peluang dari Madrid kerap tidak menemui sasaran ataupun meleset dari gawang.

Di sisi lain, Villarreal yang hanya mengancam lewat serangan balik juga sulit untuk menembus pertahanan Madrid yang digalang oleh Varane dan Nacho. Hanya satu peluang berbahaya yang mereka torehkan, yakni lewat Carlos Bacca pada menit ke-29. Sisanya, tim berjuluk "Kapal Selam Kuning" tersebut sulit masuk menembus pertahanan Villarreal.

Satu peluang Madrid di akhir babak pertama pun gagal dimaksimalkan Real Madrid. Skor 0-0 ini bertahan sampai babak pertama usai.



Memasuki babak kedua, kendali laga masih berada di tangan Madrid. Modric dan Kroos masih mengatur aliran bola untuk Los Blancos. Secara persentase penguasaan bola, Madrid unggul dari Villarreal dengan torehan 56% berbanding 44%. Namun seperti halnya yang terjadi pada babak pertama, serangan Madrid kerap mental ketika memasuki area sepertiga akhir lapangan.

Memang total tembakan Madrid bertambah drastis di babak kedua ini jika menambahkan dari tendangan yang dihasilkan pada babak pertama. Sampai sekira menit ke-70 saja, tendangan Madrid sudah mencapai angka 25 kali. Namun dari 25 kali tendangan tersebut, tak ada satupun yang menghasilkan gol.

Untuk memberikan dimensi baru kepada penyerangan Madrid, Lucas Vazquez dan Marco Asensio dimasukkan oleh Zinedine Zidane menggantikan Gareth Bale dan Isco. Tapi masuknya dua pemain ini juga tidak memberikan perubahan yang signifikan dalam permainan Madrid.

Sementara itu, Villarreal sendiri juga seperti memilih untuk bermain aman. Mereka tidak terlalu banyak menyerang dan fokus memperkuat lini pertahanan. Bukan hanya pertahanan yang kuat, penampilan cemerlang dari Sergio Asenjo yang berhasil menorehkan tujuh kali penyelamatan, membuat para penyerang Madrid mati kutu.

Tampak seperti mengincar hasil imbang, Villarreal mulai menyengat pada menit ke-87. Lewat sebuah skema serangan balik yang apik, "Kapal Selam Kuning" sukses mencetak gol. Memanfaatkan bola muntah dari Keylor Navas, Pablo Fornals melepaskan sebuah bola lob ke gawang Madrid yang kosong. Skor berubah 0-1 untuk keunggulan Villarreal.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *