Bom Terbesar Sepanjang Sejarah Somalia, 231 Orang Tewas

Posted on

Bom di Somalia

Bom di Somalia (Foto: Reuters/Feisal Omar)

Korban tewas akibat bom truk yang terjadi di Mogadishu, Somalia, Afrika Timur, Sabtu (14/10) lalu terus meningkat. Pada Minggu (15/10) malam ini, angka korban tewas mencapai 231 orang.

Angka tersebut diprediksikan masih akan meningkat. Hal ini amat mungkin mengingat 275 korban lain masih mengalami luka-luka dan dirawat di rumah sakit-rumah sakit di Mogadishu.

“Rumah sakit telah kewalahan dengan datangnya korban yang sudah meninggal maupun yang masih terluka. Kami juga terus kedatangan orang-orang dengan anggota tubuh terpotong karena bom tersebut,” ucap dr. Mohamed Yusuf, Direktur Rumah Sakit Medina, Somalia. “Kejadian ini sangat mengerikan, jauh melebihi kejadian sebelum-sebelumnya.”

Sementara itu, pemerintah Somalia telah mengumumkan hari berkabung nasional hingga Selasa (17/10) nanti. Presiden Mohamed Abdullahi Mohamed juga mendorong warga Somalia lain untuk datang ke rumah sakit dan mendonorkan darah untuk para korban luka.

“Saya meminta semua warga Somalia untuk datang dan membantu para korban,” ucapnya seperti dilansir Associated Press.

Kerusakan di Mogadishu akibat bom truk

Kerusakan di Mogadishu akibat bom truk (Foto: REUTERS/Feisal Omar)

Di kesempatan lain, pemerintah Somalia telah menuduh kelompok Al Shabaab sebagai dalang di balik “bencana nasional” ini. Al Shabaab adalah kelompok ekstrem di Somalia yang punya keterkaitan dengan Al Qaeda.

“Mereka tidak peduli dengan hidup orang-orang Somalia, tak peduli dengan kehidupan seorang ibu, ayah, maupun anak-anak,” ucap Perdana Menteri Somalia, Hassan Ali Khaire. “Mereka justru menyerang daerah paling padat di Mogadishu, dan malah membunuhi orang-orang sipil.”

Meski begitu, Al Shabaab –yang memang kerap melakukan serangan ke beberapa tempat penting di Somalia– justru belum mengeluarkan komentar apapun terkait serangan ini.

Di lain pihak, utusan khusus PBB di Somalia menyebut kejadian ini sebagai serangan yang menjijikkan. “Saya sangat kaget dan tertegun akibat tingkat kehilangan dan kerusakan yang dikarenakan serangan tersebut,” ucap Michael Keating. Menurutnya, PBB akan terus membantu pemerintah Somalia dengan bantuan logistik, suplai medis, dan bantuan tenaga ahli.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *