Berapa Banyak Uang yang Dibutuhkan untuk Bikin Kamu Bahagia?

Posted on

ilustrasi tidak membutuhkan uang banyak

ilustrasi tidak membutuhkan uang banyak (Foto: Pexels)

Uang mungkin tidak selalu bisa membawa kebahagiaan. Namun sayangnya, di dunia ini tidak ada yang gratis. Oleh karena itu, mau tidak mau, manusia tetap membutuhkan uang.

Kenyataan ini menimbulkan pertanyaan besar: apakah benar seseorang akan bahagia ketika memiliki banyak uang? Atau justru punya uang pas-pasan lah yang bisa membawa kebahagiaan?

Ternyata, dalam sains, ada jumlah ideal soal seberapa banyak pendapatan per tahun yang bisa membuat seseorang puas secara emosional. Dan ternyata, punya terlalu banyak uang justru bisa menjadi awal ketidakbahagiaan bagi seseorang.

“Hal ini mengejutkan, karena dari apa yang kita lihat di TV dan di iklan, mereka bilang kita butuh uang yang tidak terbatas untuk menjadi bahagia. Tapi sekarang kita tahu ada batasan seberapa banyak uang yang bisa membuat kita bahagia,” kata psikolog Andrew T. Jebb dari Purdue University di Indiana, Amerika Serikat.

Jebb dan timnya telah menganilisis data lebih dari 1,7 juta orang dari 164 negara. Data tersebut didapat dari Gallup World Poll, sebuah badan survei internasional.

Kepada para peserta studi, mereka memberi pertanyaan yang berhubungan dengan kepuasan hidup dan kesejahteraan para peserta, untuk mengukur ‘kesejahteraan subjektif (subjective well-being/WSB)’ para peserta itu.

Ilustrasi uang rupiah.

Ilustrasi uang rupiah. (Foto: Adek Berry/AFP)

Angka Penghasilan yang Ideal

“Kami menemukan bahwa pendapatan yang ideal adalah pada angka (rata-rata) 95 ribu dolar AS per tahun (sekitar 1,3 miliar rupiah) untuk kepuasan hidup (kepuasan hidup secara keseluruhan) dan 60 sampai 75 ribu dolar AS (817 juta sampai 1 miliar rupiah) untuk kepuasan emosional (kebahagiaan sehari-hari),” kata Jebb dilansir Science Alert. “Angka ini berlaku untuk pribadi, dan untuk keluarga mungkin angkanya lebih tinggi.”

Tentu saja angka rata-rata global ini bisa lebih berbeda-beda lagi di negara-negara lainnya. Perbedaan ini bisa dipengaruhi oleh seberapa sejahtera masing-masing negara tersebut.

Di Australia, untuk mencapai kepuasan hidup membutuhkan pendapatan hingga 125 ribu dolar AS (1,7 miliar rupiah) per tahun, di Amerika Utara 105 ribu dolar AS (1,4 miliar rupiah), dan 100 ribu dolar AS (1,3 miliar rupiah) di Eropa Utara.

Namun untuk ukuran Asia Tenggara, rata-rata kepuasan hidup bisa dicapai dengan pendapatan 70 ribu dolar (950 juta rupiah) per tahun, 45 ribu dolar AS (613 juta rupiah) di Eropa Timur, dan 35 ribu dolar AS (476 juta rupiah) di Amerika Latin.

Ilustrasi Uang Rupiah

Ilustrasi Uang Rupiah (Foto: Aditia Noviansyah/kumparan)

Fakta-Fakta Unik Lainnya

Secara global, pria membutuhkan lebih sedikit uang untuk mencapai kepuasan hidup daripada wanita. Kalau pria sudah merasa puas dengan pendapatan 90 ribu dolar AS (1,2 miliar rupiah) per tahun, maka wanita akan merasa puas dengan pendapatan 100 ribu dolar AS (1,3 miliar rupiah).

Semakin tinggi pendidikan pun mempengaruhi tingkat kepuasan. Semakin tinggi pendidikannya, maka semakin tinggi pendapatan yang harus ia dapat untuk mencapai kepuasan.

Yang lebih menarik dari studi ini adalah, begitu seseorang mendapatkan pendapatan yang memuaskan, mereka ingin agar pendapatannya tidak berubah lagi.

“Fenomena lain yang bisa didapatkan dari data kami adalah perubahan pendapatan yang terjadi setelah seseorang mencapai kepuasan akan mengakibatkan pengurangan kebahagiaan,” tulis para peneliti dalam makalah hasil studi mereka yang telah dipublikasikan di jurnal Nature.

“Kami berspekulasi bahwa kadang-kadang pendapatan yang sangat tinggi bisa mengurangi SWB.”

Com-Bisa dapat uang

Com-Bisa dapat uang (Foto: Thinkstocks)

Dalam hasil penelitian mereka, meski tidak ada fenomena penurunan kepuasan emosional, ditemukan adanya fenomena penurunan kepuasan hidup pada 5 dari 9 wilayah yang diamati, yaitu di Eropa Barat/Skandinavia, Eropa Timur/Balkan, Asia Timur, Latin Amerika/Karibia, dan Amerika Utara.

Para peneliti tidak yakin mengapa fenomena penurunan kebahagiaan ini tidak ditemukan di wilayah lain. Namun mereka menduga hal itu dikarenakan seiring dengan bertambahnya penghasilan orang-orang di daerah itu, maka kewajiban orang-orang itu pun bertambah.

“Pendapatan yang tinggi biasanya diikuti dengan bertambahnya kewajiban (waktu kerja, beban kerja, kewajiban, dan sebagainya). Hal tersebut membuat kesempatan untuk menikmati hasil kerja mereka berkurang.”

Sejumlah penelitian sebelumnya pernah mengatakan, uang memang bisa membeli kebahagiaan untuk dirimu. Akan tetapi syaratnya, kamu harus punya waktu untuk menikmati uang tersebut, menggunakannya untuk hal-hal yang tepat, serta lebih menghargai waktu ketimbang uang.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *