Barcelona Bermasalah tetapi Atletico Masih Dilanda Kutukan

Posted on

Diego Simeone kembali gagal kalahkan Barcelona

Diego Simeone kembali gagal kalahkan Barcelona. (Foto: Reuters/Javier Barbancho)


Tren kemenangan 100% Barcelona di La Liga akhirnya terputus di tangan Atletico Madrid. Pertemuan kedua tim di pekan kedelapan La Liga, Minggu (15/10/2017) dini hari WIB, berakhir dengan skor imbang 1-1. Bermain di kandang sendiri, Wanda Metropolitano, Atletico gagal mempertahankan keunggulan mereka yang diberikan Saul Niguez di babak pertama usai Luis Suarez mencetak gol di menit ke-80.

Dengan hasil ini, Blaugana masih menjadi tim La Liga yang belum terlalahkan dan tetap bertengger di puncak klasemen dengan koleksi 22 poin. Sementara, bagi Atletico bermain imbang membuat posisi mereka untuk sementara direbut Madrid yang naik ke posisi kedua, sekaligus melanjutkan catatan kurang memuaskan saat bermain di kandang sendiri.

Dari laga yang berakhir antiklimaks itu, kumparan (kumparan.com) telah merangkum lima hal menarik yang terjadi selama pertandingan.



1) Barcelona Masih Terlalu Tangguh Untuk Diego Simeone

Sejak 2011 lalu, di bawah arahan Diego Simeone, Atletico memang kembali menjelma jadi salah satu tim tangguh di La Liga dan juga Eropa. Namun, di balik peran besarnya itu ada momok yang begitu kokoh dalam kariernya di Atletico. Adalah Barcelona menjadi satu-satunya tim yang belum pernah dikalahkannya di ajang La Liga. Dari total 12 pertemuan, Simeone telah kalah sebanyak delapan kali dan ditahan imbang empat kali.


Lalu apa yang membuat ini terjadi? Jawabannya sederhana saja, Atletico hanya tak bisa membobol gawang Barcelona lebih banyak. Dari 12 pertemuan itu, Atletico hanya bisa mencetak 10 gol, sedangkan Barcelona bisa mencetak 21 gol. Dengan begitu, Barcelona rata-rata mencetak dua gol per pertandingan tiap bertemu Atletico.

Selain itu, permainan agresif Simeone nyatanya tidak membantu mereka soal penguasaan bola, terlebih saat berhadapan dengan Barcelona. Di musim ini mereka hanya mencatatakan rata-rata penguasaan bola sebesar 49,8%, dan saat menghadapi Barcelona di pertandingan dini hari tadi, Atletico tercatat hanya menguasai bola sebesar 39%.

Jika dua hal ini belum bisa dipecahkan Simeone, maka Barcelona bisa dipastikan akan tetap menjadi momok besar baginya.

2) Untung Ada Luis Suarez

Barcelona hampir saja kalah jika Suarez gagal memanfaatkan umpan silang Sergi Roberto menjadi gol. Ketajaman Suarez memang belum terlihat karena sebelumnya dia baru mencetak dua gol.

Namun, satu gol pentingnya ke jala Jan Oblak cukup untuk membuktikan dirinya masih layak dijadikan penyerang utama, khususnya soal bertemu Atletico. Pasalnya, Suarez punya catatan apik karena sudah tujuh kali membobol gawang Los Colchoneros.



Kontribusi Suarez sejak didatangkan pada 2014 silam juga tidak bisa dikatakan kecil. Penyerang asal Uruguay ini total sudah menyumbangkan 88 gol di ajang La Liga.

3) Jika Lionel Messi Mandul, Barca Harus Bagimana?

Barcelona memang jadi tim paling subur dari delapan pekan La Liga berjalan dengan torehan 24 gol. Namun, sayangnya kontribusi gol itu sebagian besar hanya terpusat pada satu sosok, yakni Lionel Messi. Total 11 gol sudah disumbangkan Messi sejauh ini, yang artinya 48% dari total gol Barcelona berasal dari diri Messi. Bahkan torehannya itu masih lebih banyak ketimbang jumlah gol dari enam pencetak gol Barcelona lainnya.



Sepintas, kesuburan Messi menjadi berkah bagi Barcelona, akan tetapi dalam situasi yang berbeda –ketika Messi mandul– hal itu malah jadi bumerang. Contohnya di pertandingan melawan Atletico ini. Total, Messi melepaskan enam tembakan dengan empat di antaranya mengarah ke gawang, tapi apa maknanya jika itu tidak berbuah jadi gol.

Nah, untuk mengantisipasi kemungkinan Messi yang mandul lagi, Barcelona bisa lebih menghidupkan permainan para winger mereka untuk menyuplai bola kepada Suarez yang memang lebih tajam ketika menerima umpan dari sektor sayap. Hal ini terlihat dari total tiga golnya sejauh ini, dua gol di antaranya berasal dari umpan silang.

4) Saul Niguez Spesialis Gol Pembuka

Keberadaan Saul bisa jadi modal berharga bagi Simeone. Pasalnya, peran pemain berusia 22 tahun ini kian kentara di lini tengah Atletico.

Rata-rata dalam satu pertandingan ia bisa mengirimkan 45,3 operan dengan akurasi mencapai 84,5%. Namun, kemampuan Saul tidak hanya soal mengalirkan bola. Kemampuan tendangan jarak jauhnya kerap jadi senjata andalan untuk merobek jala lawan dan Ter Stegen jadi salah satu korbannya dini hari ini.



Golnya di menit ke-21 menjadi torehan ke-17 Saul untuk Atletico dan Spanyol. Menariknya, dari 17 gol itu 13 di antaranya menjadi gol pembuka laga.

5) Wanda Metropolitano yang Belum Ternoda di La Liga

Atletico sudah menjalani empat laga di stadion baru mereka ini. Tiga di La Liga dan satu di Liga Champions. Meski kalah dari Chelsea di Lga Champions, tapi kesucian Wanda Metropolitano di La Liga sejauh ini masih terjaga.



Meskipun, ya, hanya lima poin yang mereka bisa raih dari tiga pertandingan sejauh ini. Keperkasaan Atletico saat bermain di kandang sudah tersohor sejak bermarkas di Vicente Calderon. Pertanyaannya sekarang adalah, mampukan mereka meneruskan keangkeran Vicente Calderon ke Wanda Metropolitano?


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *