Australia Terbuka: Pertarungan Pertama Tujuh Besar Nomor Tunggal Pria

Posted on

Roger Federer

Roger Federer juara Australia Terbuka 2017. (Foto: Issei Kato/Reuters)

Pengundian Australia Terbuka 2018 telah rampung. Berakhirnya babak kualifikasi hari ini, Minggu (14/1), berarti setiap petenis sudah mengetahui siapa-siapa yang bakal menjadi lawannya. Selayaknya nama-nama senior, petenis-petenis muda pun berebut tempat di turnamen Grand Slam pertama tahun ini. Kumparan merangkum pertandingan babak pertama dari unggulan tujuh besar untuk nomor tunggal pria Australia Terbuka 2018.

1. Rafael Nadal vs Victor Estrella Burgos

Rafael Nadal yang tercatat sebagai petenis peringkat satu dunia saat ini bakal berhadapan dengan Victor Esterella Burgos, petenis kebangsaan Republik Dominika. Ini bakal menjadi pertemuan pertama keduanya. Rafael Nadal yang pulih dari cederanya kembali turun ke lapangan demi menambah raihan Grand Slamnya. Bila berhasil menjadi juara di turnamen ini, Nadal bakal mengantongi gelar ke-17.

Sementara untuk Burgos, ini adalah kelima kalinya ia bertanding di Grand Slam. Walaupun raihan terbaiknya adalah mencapai babak ketiga di AS Terbuka 2016, pada tahun 2015 Burgos tercatat sebagai petenis Republik Dominika pertama yang bertanding di gelaran Grand Slam, lewat keikutsertaannya di Australia Terbuka.

2. Roger Federer vs Aljaz Bedene

Roger Federer menjadi unggulan kedua di Australia Terbuka 2018. Hasil pengundian mempertemukannya dengan petenis asal Slovenia, Aljaz Bedene, di pertandingan pertama. Beberapa kali mundur di sejumlah turnamen di musim kompetisi 2017, Federer tampil mengesankan dan mengantarkan Swiss sebagai juara di Piala Hopman. Tidak hanya memenangi nomor tunggal pria, bersama Belinda Bencic, Federer juga memantapkan kemenangan Swiss di nomor ganda campuran. Bila berhasil keluar sebagai juara turnamen, Federer akan mengantongi gelar Grand Slam-nya yang ke-20.

Sementara bagi Bedene, tahun ini menjadi tahun keenam Bedene mengikuti Australia Terbuka. Di kompetisi bertajuk sama sebelumnya, Bedene hanya sanggup mencapai babak pertama. Untuk gelar Grand Slam lainnya, hasil terbaik dicapai Bedene saat menjajal Wimbledon 2017, di mana ia sampai ke babak ketiga.

3. Grigor Dimitrov vs Dennis Novak

Menduduki peringkat tiga dunia, Grigor Dimitrov jelas diunggulkan untuk muncul sebagai nama besar di kompetisi perebutan Grand Slam pertama tahun ini. Kemenangan terakhirnya melawan Nadal di gelaran ATP Masters 1000, pada Oktober 2017 lalu membikin namanya semakin diperhitungkan sebagai salah satu petenis yang bakal menjungkalkan sejumlah nama besar. Ini adalah kedua kalinya petenis Bulgaria ini bertanding di Austalia Terbuka. Tahun lalu, langkahnya terhenti di semifinal setelah dikalahkan oleh Rafael Nadal. Di pertandingan pertama, Dimitrov bakal berhadapan dengan petenis asal Austria, Dennis Novak, yang sebelumnya selalu terhenti di babak kualifikasi.

4. Alexander Zverev Jr. vs Thomas Fabbiano

Zverev yang tercatat sebagai unggulan keempat menjadi salah satu petenis yang penampilannya paling ditunggu-tunggu. Mewakili Jerman, Zverev akan berhadapan dengan petenis asal Italia, Thomas Fabbiano, di babak pertama Australia Terbuka 2018. Walaupun belum pernah mengangkat trofi Grand Slam sekalipun, raihan Alexander Zverev tidak bisa dipandang sebelah mata. Petenis berusia 20 tahun ini berhasil memenangi lima gelar di musim kompetisi 2017 lalu, termasuk ATP World Tour Masters 1000 Canada dan ATP World Tour Masters 1000 Rome.

Sementara tahun 2018 ini, Zverev bersama Angelique Kerber berhadapan dengan Federer dan Bencic di nomor ganda Piala Hopman. Hasilnya, Federer dan Bencic keluar sebagai pemenang, tim Swiss meraih gelar ketiga Piala Hopman mereka. Australia Terbuka tahun ini juga menjadi menarik karena kakak laki-lakinya, Mischa Zverev, juga ikut bertanding. Sementara sang ayah, Alexander Zverev Sr, juga tercatat sebagai pelatih bagi kedua kakak-beradik ini.

Australia Terbuka 2018 seharusnya menjadi kesempatan bagi Thomas Fabbiano yang menjadi lawan. Ini adalah kedua kalinya Fabbiano berlaga di gelaran Australia Terbuka. Tahun lalu langkah Fabbiano terhenti di babak pertama setelah berhasil dikalahkan oleh petenis asal Amerika Serikat, Donald Young. Sebagai catatan, saat ini Fabbiano berdiri di peringkat ke-72 dunia.

Rafael Nadal

Nadal dengan trofi AS Terbuka 2017. (Foto: REUTERS/Mike Segar)

5. Dominic Thiem vs Guido Pella

Rekor pertandingan Dominic Thiem di turnamen pemanasan jelang Australia Terbuka 2018, Kooyong Classicl, memang tidak mengesankan. Namun, bukan berarti ia tidak diunggulkan di kompetisi perebutan gelar paling bergengsi di ranah tenis ini. Tampil sebagai unggulan kelima, Thiem akan bertemu dengan Guido Pella di babak pertama.

Bila dirunut dari kompetisi-kompetisi sebelumnya, Prancis Terbuka selalu menjadi kompetisi Grand Slam yang paling bersahabat untuk Thiem. Di Prancis Terbuka tahun 2016 dan 2017, ia berhasil mencapai babak semifinal. Di Prancis tahun lalu, Novak Djovic berhasil mengandaskan perlawannya di babak semifinal dengan skor 7-6, 6-3, 6-0. Sementara di Australia Terbuka tahun lalu, Thiem kalah melawan David Goffin di babak keempat. Setelah berhasil unggul 7-5 di set pertama, Thiem kalah di set kedua sampai keempat, masing-masing dengan skor 6-7, 2-6, 2-6.

Di atas kertas, Dominic Thiem jelas unggul bila diperhadapkan dengan Guido Pella, yang saat ini tercatat sebagai peringkat 56 dunia. Namun demikian, pertandingan ini menjadi menarik karena keduanya belum pernah sekalipun merengkuh gelar Grand Slam. Pertandingan apa pun yang mempertukan atlet-atlet kelas juara selalu berpeluang menghasilkan kejutan-kejutan yang menyenangkan.

6. Marin Čilić vs Vasek Pospisil

Petenis Kroasia, Marin Cilic tercatat sebagai unggulan keenam di turnamen Australia Terbuka 2018. Dalam pertandingan pertamanya, ia akan berhadapan dengan Vasek Pospisil, petenis asal Kanada yang sekarang berdiri di peringkat ke-108 dunia. Nama Cilic memang tidak setenar Rafael Nadal ataupun Roger Federer. Namun, ia berhasil keluar sebagai juara nomor tunggal pria di AS Terbuka 2014 silam. Sebenarnya Cilic memiliki kesempatan untuk menambah raihan Grand Slam-nya tahun lalu di Prancis Turnamen. Namun sayangnya, di partai final ia justru kalah melawan Roger Federer dengan skor 6-3, 6-1, 6-4.

Sementara bagi Vasek Pospisil, pertandingan pertama melawan Marin Cilic jelas menjadi tantangan tersendiri. Jarak peringkat yang jauh bukannya jadi jaminan bagi Cilic untuk melakoni pertandingan dengan mudah.

7. David Goffin vs Matthias Bachinger

Siapa pun yang menjadi lawannya, penampilan David Goffin menjadi salah satu yang dinanti. Pasalnya, dalam setiap pertandingan, petenis asal Belgia ini kerap menunjukkan kecepatan yang mengesankan. Faktor kecepatan ini pulalah yang dinilai sebagai senjata pamungkas David Goffin, sehingga namanya bisa tercatat sebagai petenis pertama yang berhasil mengalahkan Roger Federer dan Rafael Nadal. Sementara Matthias Bachinger, sampai saat ini dikenal sebagai petenis peringkat 184 dunia. Secara peringkat, Goffin jelas ada di atas Bachinger.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *