"Arsenal Kalah Karena Tak Punya Nyali"

Posted on

Troy Deeney

Deeney merayakan gol ke gawang Arsenal. (Foto: Reuters/Paul Childs)


Arsenal menelan kekalahan ketiga di ajang Premier League saat menyambangi markas Watford, Vicarage Road, pada Sabtu (14/10/2017) malam WIB. Meski unggul lebih dulu lewat sundulan Per Mertesacker pada babak pertama, The Hornets mampu menyengat balik lewat dua gol Troy Deeney dan Tom Cleverley pada babak kedua.

Kekalahan ini membuat Arsenal turun peringkat ke posisi keenam. Sementara itu, tambahan tiga poin membuat Watford untuk sementara ini duduk di posisi keempat klasemen sementara dengan 15 poin.

Deeney sendiri tampil sebagai pemain pengganti pada pertandingan tersebut. Dia masuk pada menit ke-63 menggantikan pemain termahal Watford, Andre Gray. Setelah itu, sang kapten mampu mencetak gol penyama kedudukan dan berkontribusi pada gol penentu kemenangan timnya di mana dia mengajak Petr Cech berduel untuk membuka jalan bagi Cleverley.



Adapun, gol penyama kedudukan yang dicetak Deeney itu lahir dari titik putih setelah wasit menganggap Hector Bellerin melanggar Richarlison. Oleh Arsene Wenger, keputusan itu dikritik keras. Menurut Wenger, penalti itu tak ubahnya sebuah skandal.

Namun, Deeney punya pendapat lain. Menurut pemain 29 tahun itu, kemenangan Watford tidak bisa didasarkan pada penalti itu semata.

"Saya dengan Wenger sudah menyebut penalti itu sebagai biang keladi kekalahan," kata Deeney kepada BT Sport. "Well, saya tidak mau berkomentar soal Tuan Wenger, tetapi mereka tidak kalah hanya karena penalti itu."

Menurut Deeney, Arsenal kalah karena tidak punya cojones. Secara harfiah, kata itu berarti testikel, tetapi ia punya arti kiasan, yakni nyali.

"Itu (punya nyali, red) kuncinya," tutur Deeney. "Setiap kali bermain melawan Arsenal, dan ini memang punya arti personal bagi saya, saya selalu berpikir, 'Ayolah sini kita lihat siapa yang benar-benar menginginkan kemenangan'."


Watford

Watford berhasil kalahkan Arsenal (Foto: Reuters/Paul Childs)


"Saya masuk hari ini dan berduel dengan Mertesacker. Di situ, saya bahkan tidak harus melompat. Begitu saja mereka langsung mundur."

"Bagi saya, sebagai seorang pemain, yang penting adalah berbahagia. Itulah kekuatan saya. Jika Anda membiarkan saya berbahagia, ya, siap-siap saja," sambung pemain kelahiran Birmingham ini.

Deeney pun tahu bahwa dari segi teknik, dia kalah jauh dibandingkan para pemain Arsenal. Namun, dia mengompensasi itu semua dengan nyali dan semangat bertanding.

"Kalau Anda mengajak saya bertarung, kalian tidak akan menang," tutup pemain yang sudah tujuh tahun membela Watford itu.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *