Aksi Ramses, Driver Online yang Tuna Rungu Bacakan Surat untuk Jokowi

Posted on

Unjuk rasa tolak Permenhub 108

Unjuk rasa tolak Permenhub 108. (Foto: Helmi Afandi/kumparan)

Massa demonstran yang tergabung ke dalam Aliansi Driver Oline (Aliando) berunjuk rasa di depan Kantor Kementerian Perhubungan di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Rabu (14/2).

Mereka menuntut pencabutan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 106 tahuh 2017 tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang dengan Kendaraan Bermotor Umum Tidak Dalam Trayek. Para pendemo ini keberatan dengan pasal yang ada dalam aturan tersebut, sebab membatasi wilayah operasi dan tarif yang ditentukan oleh dinas perhubungan.

Dalam demonstrasinya, mereka membacakan beberapa tuntutan kepada pemerintah agar mencabut aturan yang dinilai membatasi ruang gerak taksi online. Satu per satu perwakilan peserta demonstrasi memberikan orasi dan naik ke atas panggung yang berada di bak mobil terbuka.

Dengan suara lantang, dibantu dengan pengeras suara, mereka terus menyuarakan aspirasinya. Bahkan, mereka membuat 'Surat Cinta untuk Presiden.

Unjuk rasa tolak Permenhub 108

Unjuk rasa tolak Permenhub 108. (Foto: Helmi Afandi/kumparan)

Salah satu peserta demonstrasi bernama Ramses, diketahui seorang penyandang difabel. Dia merupakan seorang tuna rungu, tapi dengan semangatnya dia ingin berorasi dan membacakan 'Surat Cinta untuk Presiden'. Meskipun dengan pelafalan yang kurang jelas dari Ramses, tepuk tangan dan sorak-sorak peserta demonstrasi yang lainnya tetap bergemuruh. Ramses dibantu oleh salah satu temannya yang lain menerjemahkan apa yang disampakian Ramses saat berorasi.

Berikut 'Surat Cinta untuk Presiden' yang dibacakan para demonstran:

Assalamualaikum wrwb,

Perkenalkan kami ALIANSI Driver online Indonesia.

Kami dapat bersumpah bahwa di negeri yang permai damai ini, kami dilahirkan dengan semangat dan darah juang para leluhur kami. Di negeri yang permai dan damai ini ribuan driver online senusantara bersimbahkan darah, dirampas haknya , teraniaya dn mati suri oleh PM108.

Setelah terobosan teknologi terbukti mampu mengurangi pengangguran di tengah maraknya kesulitan ekonomi yang semakin menghimpit rakyat Indonesia sekarang kami akan dibelenggu oleh kearoganan PM 108.

Kami menuliskan surat cinta ini dengan tetes air mata yang bercucuran, asa yang hampir terpenggal dan masa depan anak anak kami titipkan surat cinta ini.

Kami tulis dengan pena darah, dirangkai dengan cinta kami, cinta keluarga kami cinta anak anak penerus bangsa dan terakhir kami serahkan kepada Bapak Presiden, semua cinta ini ketanggan Bapak.

Kami adalah kaum pekerja yang berusaha keras menafkahi keluarga kami yang kami cintai, kami tidak mengemis,kami tidak merampok dan kami tidak anarkis, kami terus berjuang untuk negeri ini dengan cara yang kami ketahui….kerja..kerja dan bekerja.

Kami berharap cinta dari Bapak dan mencabut PM108. Selamatkan semua cinta kami

ttd

Driver online Indonesia,

ditulis dengan cinta, dibawa oleh cinta dan diserahkan bersama cinta

#suratcintauntukpresiden

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *